Senin, 24 Februari 2014

PONDASI SEBAGAI KUNCI


Konstruksi sebuah bangunan terdiri dari berbagai macam elemen, baik berupa struktur utama maupun non-struktur. Hal yang paling penting dari suatu rancang bangun konstruksi sebuah bangunan adalah pondasi. Pondasi bangunan memegang peranan penting untuk memastikan kekokohan bangunan yang dibangun. Sehingga bangunan tidak mengalami pons (penurunan kedalam tanah). Baik bangunan biasa, maupun bangunan bertingkat.

Saat ini kebutuhan akan bangunan bertingkat semakin tinggi di wilayah perkotaan. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan hunian dan meningkatnya harga tanah. Bangunan bertingkat membutuhkan struktur pondasi yang lebih kuat dari pada bangunan tidak bertingkat. Umumnya pondasi yang digunakan untuk bangunan perumahan (baik rumah biasa maupun rumah toko/ruko) adalah pondasi lajur atau pondasi setempat.



Pada rumah/bangunan yang dibangun tidak bertingkat (tanpa tambahan lantai lagi) umumnya digunakan pondasi lajur. Pondasi lajur biasanya dibuat dari susunan batu kali yang diikat dengan pasangan semen. Dibeberapa wilayah yang tidak banyak sumber batu kali pondasi lajur ini digunakan batu bata yang di susun sedemikian rupa, misalnya di kota Palembang. Sedangkan untuk bangunan bertingkat (baik 2 lantai maupun 3 lantai), lebih di sarankan untuk menggunakan pondasi setempat. Hal ini dikarenakan pondasi lajur (batu kali/batubata) tidak memiliki kekuatan untuk menopang beban bangunan bertingkat.



Pondasi setempat umumnya dibuat dari rangkaian besi dan diisi dengan adukan beton (semen-pasir-kerikil). Pondasi setempat membutuhkan landasan pondasi yang keras dan lebar. Untuk lahan yang tidak keras misalnya bekas rawa, dibutuhkan rangkaian pondasi yang lebih panjang agar pondasi tidak amblas/turun. Biaya untuk membuat pondasi setempat lebih tinggi jika dibandingkan pondasi lajur. Saat ini banyak bangunan yang dibangun menggunakan kombinasi dari jenis pondasi ini, baik pondasi setempat maupun pondasi lajur.

Untuk bangunan bertingkat pemakaian pondasi setempat adalah wajib. Pondasi setempat lebih kuat untuk menahan beban dari bangunan bertingkat diatasnya. Struktur bangunan bertingkat yang memiliki beban yang lebih besar dari bangunan biasa. Komponen struktur dari bangunan bertingkat lebih banyak, misalnya bentuk penampang kolom/tiang yang lebih besar, keberadaan ringbalok lantai satu maupun lantai dua, pelat lantai dua, dinding dan elemen lain di lantai dua. Keberadaan beban yang sedemikian besar tersebut mutlak dibutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh. Pondasi setempat dengan perhitungan pembetonan yang tepat adalah pilihan rasional.

Saat ini keberadaan bahan alternatif untuk pelat lantai beton pada konstruksi bangunan bertingkat menjadikan alternatif tersendiri bagi konsumen. Selama ini pelat lantai dua bangunan umumnya di buat dari beton dengan rangkaian besi yang banyak. Berkembangnya teknologi material bahan bangunan menciptakan bahan yang lebih ringan namun tetap kokoh dan kuat. Keramik Komposit Beton (KERATON) sebagai bahan alternatif pelat lantai yang paling direkomendasikan oleh para ahli. Karena sifat fleksibelnya dalam pemasangan dan efisiensi penggunakan material bahan bangunan menjadikan KERATON sebagai solusi untuk membuat pelat lantai bangunan bertingkat.


KERATON dengan segala keunggulan teknologinya menjadikan konstruksi bangunan bertingkat menjadi LEBIH MURAH, LEBIH CEPAT, LEBIH EFISIEN, RAMAH LINGKUNGAN, tetapi memiliki kemampuan yang SAMA KUAT dan kokohnya seperti halnya pelat lantai beton konvensional. Namun hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan KERATON adalah kebutuhan akan struktur pondasi yang kuat. Pondasi bangunan yang dirancang untuk menggunakan KERATON sebagai pelat lantai dua tetap harus di buat sama kokoh dan kuatnya seperti dak lantai konvensional. Tentu kekuatan struktur bangunan yang dibuat adalah hal utama. KERATON yang LEBIH RINGAN dari dak beton konvensional tidak menjadikan ALASAN untuk mengurangi kekuatan struktur pondasi.



Sekali lagi perlu diTEGASkan bahwasanya penggunaan lantai dak KERATON sebagai solusi pelat lantai yang LEBIH MURAH, LEBIH CEPAT, LEBIH EFISIEN, RAMAH LINGKUNGAN, tetapi memiliki kemampuan yang SAMA KUAT tetap memerlukan STRUKTUR PONDASI yang KUAT!!!!