Selasa, 18 Maret 2014

TEKNIS MERAKIT KERATON


Panduan Merangkai Keraton

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai panduan untuk pemasangan produk keramik beton (keraton) yang akan difungsikan sebagai pelat lantai dak.

Ø  Sebelum keraton dirangkai dalam satu rangkaian memanjang sebaiknya seluruh bagian dari blok keraton direndam terlebih dahulu ke dalam air hingga benar-benar jenuh air. Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 15 menit


Ø  Setelah keraton jenuh air dapat segera dirangkai, atur keraton dalam posisi terbalik (bagian yang adalah lekukan dua buah diletakkan menghadap keatas - seperti contoh gambar) secara memanjang. Rangkaian keraton ini dapat diatur sepanjang maksimal 4 meter (rekomendasi ahli). Pastikan lokasi lantai tempat merangkai keraton harus datar dan rata, demi rangkaian keraton yang lurus dan baik.
Ø  Letakkan besi tulangan ukuran 8 atau 10 mm di bagian atas sebanyak 2 batang (kiri-kanan) dan ukuran 6 mm dibagian samping bawah sebanyak 2 batang (kiri-kanan) pada rangkaian keraton. Selanjutnya ikat kedua ujung rangkaian tersebut dengan kawat bendrat agar besi tulangan tersebut benar-benar lurus.
Ø  Siapkan adukan semen dengan komposisi 1 (semen) : 3 (pasir), atau dapat menggunakan semen instan (mortar) agar lebih baik. Adukan semen lalu diselimtukan pada setiap besi tulangan yang telah terangkai bersama keraton. Pada sisi sambungan antar keraton juga perlu di tutup rapat dengan adukan semen.
Ø  Selesai sudah satu rangkaian keraton telah terbentuk menjadi Keramik Komposit Beton.
Ø  Proses selanjutnya, diamkan rangkaian keraton minimal selama 5 hari agar dapat mencapai pengerasan maksimum. Jika menggunakan semen instan (mortar) rangkaian telah siap setelah 2 hari (berdasarkan pengalaman teknisi ahli). Selama didiamkan rangkaian keraton harus melalui proses curing (mempertahankan kondisi lembab dengan penyiraman air secara rutin dan merata).
Ø  Setelah rangkaian keraton siap, kemudian rangkaian dibalik dan siap untuk dinaikkan satu per satu pada rangkaian besi ring balok yang telah siap sebelumnya.  Rangkaian keraton dirapatkan sisi-sisinya satu dengan yang lainnya. Kaitkan ujung besi tulangan pada rangkaian besi ring balokJika bentangan lebih dari 4 meter, sebaiknya ditambahkan balok anak (balok gantung) untuk membantu perkuatannya.
Ø  Setelah semua rangkaian keraton disusun pada ring balok, lakukan penyiraman dengan air secara merata sebelum sisi-sisi antara rangkaian keraton diisi dengan adukan cor beton dengan komposisi (1 (semen) : 2 (koral/split) : 3 (pasir)). Sedangkan pada bagian atas permukaan rangkaian keraton dapat diplester semen saja setebal 1-3 cm jika diperlukan.
Ø  Dua atau tiga hari setelah pengecoran lantai kerja tersebut, maka lantai keramik pada bagian atas rangkaian keraton telah dapat dipasang. Begitu juga dengan pemasangan penggantung plafon atau pekerjaan listrik di bagian bawah lantai dak keraton yang dapat dikerjakan secara bersamaan. Untuk pemasangan plafon atau rangkaian listrik harus dipersiapkan sebelum pemasangan rangkaian keraton.
Ø  Lantai dak bangunan telah siap digunakan!
Dari uraian panduang pemasangan keraton diatas, nampak simpel dan mudah untuk dikerjakan. Akan tetapi jika dikerjakan oleh bukan tenaga ahli yang berpengalaman maka dapat berisiko pada :
v  Kesalahan teknis perangkaian,
v  Pemborosan material besi, semen dan sebagainya,
v  Banyak waktu yang terbuang (tenaga kerja tidak ahli masih trial n error),
v  Hingga yang paling parah dan berbahaya adalah terjadi kegagalan struktur karena teknis pemasangan yang salah.

Untuk menghindari risiko diatas sebaiknya proses pemasangan keraton ini diserahkan kepada ahlinya yang telah berpengalaman. SRIWIJAYA KERATON sebagai Supplier dan Aplikator produk Keraton yang telah ahli dan berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek bangunan yang menggunakan produk keraton untuk dak lantainya, SIAP MELAYANI ANDA!!!

Sabtu, 15 Maret 2014

KEUNGGULAN KERATON


Keunggulan Penggunaan Keramik Komposit Beton (KERATON)
Berikut ini akan diuraikan beberapa keunggulan penggunaan keraton sebagai dak lantai beton di bangunan kita :

1.  KEMAMPUAN MENAHAN BEBAN
Dengan sistem pemasangan yang tepat pemakaian Keraton yang dapat menahan beban hingga 750Kg/m2, kekuatannya relative sama dengan pelat lantai konvensional. Hasil ini telah melalui rangkaian ujicoba oleh Pusat Penelitian Teknologi Permukiman Badan Litbang Permukiman dan Prasarana Wilayah, Bandung. Peneliti Suwandojo Siddiq, DE Eng. (Peneliti senior di bidang Struktur-Bangunan dan Teknologi gempa).



2. PROSES PENGERJAAN CEPAT
Proses pengerjaannya lebih cepat dari pada proses pemasangan lantai dak beton konvensional. Untuk luasan yang sama, aplikasi penggunaan produk keraton lebih cepat dari proses pembuatan dak lantai konvensional. Dak keraton umumnya dapat selesai dikerjakan dalam 10 -14 hari kerja, sedangkan dak beton konvensional memerlukan waktu minimal selama 21 hari.

3. LEBIH HEMAT
Lebih hemat karena penghematan tenaga kerja dan waktu. Dengan proses pengerjaan yang cepat penggunaan produk keraton akan banyak menghemat waktu dan tenaga kerja (proses cepat waktu kerja tenaga kerja menjadi lebih sedikit). Selain itu aplikasi keraton dapat menghemat penggunaan material bangunan yang sifatnya tidak permanen.



4. LEBIH EFISIEN
Lebih efisien karena dapat dikerjakan secara bersamaan dengan perkerjaan yang lain di lantai bawah atau pun dibagian atasnya. Dengan tidak banyak menggunakan perancah/bekisting, proses pengerjaan pekerjaan pembangunan yang lain dapat segera dikerjakan tanpa ada penundaan pekerjaan karena proses pembuatan lantai dak yang belum selesai.

5. LEBIH MURAH
Lebih murah dibanding plat beton konvensional biasa. Secara teknis perhitungan biaya penggunaan keraton sebagai pelat lantai dak dapat menghemat biaya pembangunan suatu konstruksi bangunan. Keraton dapat menghemat penggunaan beton (semen), besi sebagai tulangan, tenaga kerja, dan kayu-kayu bekisting atau scaffolding.



6. LEBIH RINGAN
Lebih ringan sehingga mengurangi beban bangunan. Secara keseluruhan penggunaan keraton akan mengurangi bobot konstruksi, dimana bobot keraton lebih ringan dari dak konvensional. Dak keraton hanya berbobot 130 – 150 kg/m2 sedangkan dak beton konvensional minimal seberat 288 kg/m2 dengan ketebalan 12 cm. Keraton lebih ringan namun tetap kuat karena adanya rongga pada struktur keraton.

7.  LEBIH EFEKTIF
Penggunaan Keraton tidak banyak memerlukan Scafolding/kayu stagger ( penyangga cetakan pelat beton). Keraton dirakit  terlebih dahulu dibawah, setalah jadi rangkaian balok keraton kemudian dirakit (diikat) pada ringbalok. Rangkaian keraton tersebut tidak memerlukan cetakan seperti halnya dak konvensional.

8. PEREDAM SUARA & PANAS
Keraton dapat berfungsi sebagai peredam panas dan suara, karena ada struktur rongga udara. Tidak bocor, jika gunakan sebagai atap dengan teknis pemasangan yang baik.


9. BERNILAI SENI
Keraton bisa sebagai elemen estetika/artistic untuk lantai dibawahnya, jika tanpa di tutup plafon. Rangkaian keraton yang disusun rapi dan baik akan menimbulkan bentuk yang indah dan berciri khas pada bagian bawah (atap plafon untuk lantai dibawahnya)

Demikianlah beberapa keunggulan dari penggunaan produk keraton, semoga bermanfaat.